You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pramono Ingin Ubah Lahan Terbengkalai Jadi Ruang Publik di Jakarta
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Pramono Ingin Perbanyak Ruang Publik

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berkomitmen untuk memperbaiki Jakarta menjadi lebih baik. Salah satu strategi utamanya adalah memperbanyak ruang terbuka dan mengubah lahan-lahan terbengkalai di ibu kota menjadi ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

"bisa dimanfaatkan oleh publik,"

Pramono mengatakan, banyak lahan tidur di Jakarta yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau. Hal ini disampaikannya dalam acara Jakarta Sustainability Forum: Advancing Sustainability for Top #20 Global City di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (23/7).

Bank Jakarta Siap Dukung Persija Arungi Super League 2025-2026

"Kami akan membuat tempat-tempat yang terbengkalai dan di kita banyak banget itu, menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan oleh publik," ujar Pramono.

Ia mencontohkan bagaimana kota-kota besar lain seperti New York berhasil menyulap area-area mangkrak menjadi tempat menarik dan fungsional. Sedangkan di Jakarta sendiri, Pramono juga memberikan perhatiannya terhadap kebersihan kota dan perawatan taman.

Salah satu rencana Pemprov DKI untuk menambah ruang terbuka hijau yakni menggabungkan taman Leuser, Ayodia, dan Langsat menggunakan anggaran non-APBD.

Nantinya, taman seluas 6,5 hektare ini akan dilengkapi dengan fasilitas jogging track dan lainnya. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk berolahraga selain Gelora Bung Karno (GBK).

Pramono menekankan, pembangunan di Jakarta harus memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. Lebih lanjut, Gubernur juga menceritakan pengalaman lainnya saat kunjungannya ke New York, Amerika Serikat beberapa hari lalu.

Saat melakukan pertemuan bilateral dengan Wali Kota New York, dibahas terkait masalah transportasi dan kemacetan. Hal ini dibahas karena Jakarta berhasil keluar dari daftar 20 besar kota macet di dunia, berdasarkan hasil survei TomTom.

"New York itu kalau nggak nomor satu, nomor dua. Jakarta selalu 10 besar. Terakhir, tiba-tiba Jakarta nggak ada di 10 besar, nggak ada di 20 besar," tandas Pram.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3247 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2088 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye774 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye762 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye713 personDessy Suciati